Oleh; Wildan Ichsan Sabila,Petugas Operasional Stasiun Geofisika Kelas III Ternate
Ada pengalaman menarik ketika mencoba mengingat masa lalu saya saat menjadi pekerja lepas proyek geofisika. Saat itu supervisor saya mensisipkan kegiatan yang harus ada di setiap rapat rutin harian, yaitu safety sharing. Bentuk kegiatannya cukup simple, yaitu sebelum rapat dimulai, 1 orang anggota rapat diberi waktu untuk sharing terkait safety management secara singkat, baik itu tentang kehidupan sehari hari maupun pekerjaan, serta digilir bergantian setiap hari. Setelah dilaksanakan, terkumpulah beberapa bahasan. Ada bahasan yang umum seperti menyampaikan cara memutus segitiga api jika terjadi kebakaran dan penanganan orang yang terkena hewan berbisa. Adapula bahasan unik seperti penanganan pertama pada jari yang terpotong akibat kecelakaan kerja.
Bahasan remeh pun tidak kalah menarik, seperti urgensi peletakan senter di rumah agar mudah di raih ketika terjadi mati lampu. Tak lupa juga ada yang menyampaikan anekdot terkait pengalaman diruqyah.
Jika ditinjau lebih lanjut, apa yang dilakukan supervisor saya ini sederhana. Namun kegiatan tersebut membuka cakrawala saya yang selama ini kurang berwawasan keselamatan kerja. Hal hal yang dulu sempat diabaikan, kini lebih sadar dan hati hati melihat potensi kecelakaan kerja.
Bahkan beberapa tips yang saya dapat dari kegiatan ini bisa saya ingat sampai sekarang. Sebagai masyarakat yang bekerja di bidang kebencanaan gempa bumi, Saya bermimpi bagaimana kegiatan serupa bisa diterapkan di semua kelas di masyarakat. Safety sharing bisa menumbuhkan kesadaran mitigasi bencana.
Jika dibedah, materi mitigasi bencana tidak melulu bersinggungan dengan kejadian bencana secara langsung, bahkan beririsan dengan safety lifestyle. Begitu juga sebaliknya, safety lifestyle yang biasa diterapkan di keselamatan kerja, bisa juga digunakan untuk membangun tiang tiang mitigasi bencana itu sendiri baik sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Contohnya saja hal kecil seperti perawatan luka, penataan benda benda tajam di rumah, dan sebagainya.
Safety Sharing bisa dilakukan dengan mudah, fleksibel di mana saja dan kapanpun. Kegiatan ini tidak terbatas diterapkan di lingkungan pekerjaan yang membutuhkan safety management, namun di lingkungan apapun di masyarakat. Misal sebelum melakukan rapat mingguan di instansi, perkumpulan RT/RW, sebelum jam pelajaran sekolah dimulai dan sebagainya. Informasi gaya hidup selamat setiap individu bisa berbeda beda. Dengan berbagi informasi ini, kita dapat menambah wawasan gaya hidup ini kepada diri sendiri maupun orang lain.
Jika semua masyarakat menerapkan praktik ini, pastinya dapat membantu dan menciptakan budaya keselamatan yang kuat di lingkungan masyarakat. Pada tingkatan yang lain, praktik ini akan membangun hal yang lebih penting yaitu membentuk masyarakat yang aman, sadar bencana, dan siap dalam situasi darurat.(**)













