BPS Ternate Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

FOTO: Pelatihan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Ternate (Dok:Ist)

TERNATE,lensamalut.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate, menggelar pelatihan petugas pendataan Sensus Ekonomi tahun 2026, bertempat di Grand Majang Hotel, Kota Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (03/06/2026).

Kepala BPS Kota Ternate, Ahmad A. Rahman, menyampaikan dalam rangka menyediakan data statistik yang lengkap dan berkesinambungan.

BPS melakukan pengumpulan data melalui sensus dan survei. Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan karakteristik kegiatan ekonomi di seluruh wilayah.

Kata Ahmad, di antara periode sensus tersebut, berbagai survei rutin tetap dilaksanakan secara berkala baik dalam frekuensi bulanan, triwulanan, maupun tahunan.

Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan dalam dua fase, fase 1 yang sedang berjalan yaitu pendataan Perusahaan Besar yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2026. Sedangkan fase 2 yaitu Pendatan door to door yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni-31 Agustus 2026.

Untuk hal yang mendasari Sensus Ekonomi 2026, yaitu perubahan perekonomian saat ini dibandingkan dengan kondisi 10 tahun lalu diantaranya :

1. Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat.

a. Masyarakat tidak lagi berbelanja secara tradisional/ tatap muka.

b. Meningkatnya konsumsi layanan berbasis digital (streaming film/musik), berbasis aplikasi (Transportasi, pesan-antar makanan, edukasi).

c. Pembayaran beralih ke cashless (QRIS, e-wallet, mobile banking).

2. Pergeseran struktur lapangan usaha

a. Tingkat entry-exit usaha tinggi (tutup usaha, pindah sektor, dll), b. Kontribusi sektor jasa meningkat (jasa kesehatan, logistik, dll)

3. Lonjakan ekonomi digital

a. Berkembangnya e-commerce, fintech, digital platform

b. Berkembangnya usaha tanpa toko fisik (online shop, virtual office, dll)

4. Perubahan pola tenaga kerja

a. Munculnya gig economy (ojek online, kurir, freelancer, dll).

“Semua perubahan ini harus tercatat dan terukur secara akurat dan komprehensif, sebagai dasar kebijakan strategis,” ujar Ahmad.

Kepala BPS menambahkan, tujuan Sensus Ekonomi 2026 yaitu menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali lapangan usaha P (Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan, serta Jaminan Sosial Wajib) dan U (Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja dan Aktivitas Produksi Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga untuk Keperluan Sendiri yang Tidak Terdiferensiasi), sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan Pembangunan nasional.

Secara khusus tujuan SE2026 yaitu :

  1. Menyediakan informasi struktur ekonomi
  2. Menyediakan informasi karakteristik usaha
  3. Menyediakan informasi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pengumpulan data, BPS telah menggunakan moda Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Demikian pula pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pengumpulan data akan dilakukan menggunakan aplikasi FASIH Mobile pada pegawai petugas SE2026.

“Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh peserta, khususnya yang baru pertama kali terlibat dalam kegiatan BPS, agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap materi pelatihan, baik terkait konsep dan definisi, tata cara wawancara, maupun penggunaan aplikasi FASIH Mobile,”Pungkasnya.(*)

 

 

 

error: Content is protected !!