Oleh; Dr. Samsu Somadayo, Akademisi Universitas Khairun dan Ketua LSM Pulpen Maluku Utara
Ternate menyandang gelar Kota Pusaka—identitas yang tak boleh sekadar menjadi slogan, melainkan harus tercermin dalam cara pemerintah menghargai sejarah, tradisi, dan kebudayaan masyarakatnya. Namun satu hal mendesak dipertanyakan dalam praktik seremonial daerah: mengapa Tari Soya-Soya begitu dijadikan satu-satunya andalan menyambut pemimpin dan tamu kehormatan?
Soya-Soya bukan sekadar tarian biasa. Ia menyimpan nilai sejarah dan kepahlawanan yang kuat, mewakili semangat perjuangan serta keberanian masyarakat Ternate. Karena itu, tarian ini harus ditempatkan secara tepat—jangan sampai makna historisnya luntur dan menyusut sekadar menjadi hiasan seremonial semata. Saat menyambut tokoh atau tamu, tujuan kita sebenarnya adalah menyampaikan penghormatan, keramahan, persahabatan, dan keterbukaan budaya lokal.
Pertanyaannya: haruskah selalu Soya-Soya?
Bukankah Ternate masih memiliki beragam tarian tradisional lain dengan karakter pergaulan, kebersamaan, dan interaksi sosial yang justru lebih selaras dengan semangat penyambutan? Di sinilah pemerintah perlu mengevaluasi kebiasaan yang berjalan selama ini. Jangan gara-gara Soya-Soya sudah populer dan dianggap ikon budaya, setiap kedatangan tamu selalu disuguhi tarian yang sama. Jika pola ini terus diulang, kita berisiko mempersempit wajah kebudayaan Ternate sendiri.
Padahal kekayaan budaya Ternate tidak berhenti di satu titik itu. Masih banyak tarian lain dengan corak dan fungsi khas yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas warga. Seni-seni ini berhak mendapatkan porsi tampil yang setara di ruang publik, terutama dalam agenda resmi pemerintah.
Pemerintah selaku pengelola kebudayaan memikul tanggung jawab lebih dari sekadar mengambil simbol yang sudah dikenal lalu menggunakannya berulang kali. Tugasnya adalah mengenali keragaman budaya, memahami fungsi dan makna setiap tradisi, serta memastikan seluruh warisan itu tetap hidup dan berkembang. Jika setiap tamu hanya disuguhi Soya-Soya, kapan tarian pergaulan lainnya berkesempatan diperkenalkan? Jika setiap kedatangan pemimpin selalu disambut simbol yang sama, bagaimana generasi muda bisa tahu bahwa daerahnya memiliki beragam tarian dengan pesan dan fungsi yang berbeda-beda?
Jangan sampai upaya pelestarian budaya berubah menjadi pengulangan simbol yang itu-itu saja. Pelestarian sejati artinya memberi ruang bagi keberagaman. Soya-Soya tetap penting—bahkan harus dijaga dengan lebih serius nilai sejarahnya—tetapi itu bukan berarti menjadi jawaban untuk segala jenis acara penyambutan. Sudah saatnya Pemkot Ternate menyusun pedoman atau tata kelola pemanfaatan seni tradisional dalam kegiatan resmi, dengan mempertimbangkan konteks sejarah, fungsi, dan makna setiap jenis tarian.
Tarian perang punya tempat dan fungsinya sendiri; tarian pergaulan punya ruang dan pesannya sendiri; tarian penyambutan punya nilai keramahan yang khas. Semua harus dihadirkan secara seimbang dan proporsional. Jika Ternate benar-benar ingin diakui sebagai Kota Pusaka, ukuran keberhasilannya bukan seberapa sering satu tarian ditampilkan, melainkan seberapa serius kita menjaga seluruh warisan leluhur yang dimiliki. Jangan sampai tamu yang datang hanya mengenal Soya-Soya, sementara tarian-tarian lain yang tak kalah berharga hanya diketahui oleh segelintir orang.
Kota Pusaka harus memamerkan keberagaman, bukan keseragaman. Maka sudah waktunya pola penyambutan yang berjalan selama ini dikaji ulang. Berikan panggung bagi tarian-tarian bermotif pergaulan untuk mewakili keramahan dan persahabatan warga. Bukan berarti membuang Soya-Soya, melainkan mengembalikan setiap tarian pada tempat dan maknanya.
Merawat tradisi bukan sekadar menampilkannya di hadapan pejabat atau tamu istimewa. Inti pelestarian adalah memahami sejarahnya, menghargai maknanya, menjaga keberagamannya, dan memastikan setiap jengkal kekayaan budaya Ternate memiliki masa depan yang terjamin.
Ternate Kota Pusaka: jangan hanya memelihara apa yang sudah terkenal, tapi rawat pula apa yang mulai terlupakan. (*)













