Retribusi Sampah Rp4,2 Miliar per Tahun Masuk Pemkot Ternate melalui PDAM

FOTO: Direktur Utama Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate, Firman Sjah (Dok:Ist)

TERNATE,lensamalut.co — Direktur Utama Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate, Firman Sjah, menjelaskan mekanisme penarikan retribusi sampah yang selama ini tercantum dalam tagihan rekening air pelanggan.

Setiap bulan, hasil pungutan retribusi sampah yang disertakan dalam pembayaran air mencapai sekitar Rp350 juta, yang keseluruhannya disetor langsung ke Pemerintah Kota Ternate.

Dalam satu tahun, total dana retribusi sampah yang diterima Pemkot Ternate mencapai Rp4,2 miliar.

“Perumda Ake Gaale hanya membantu memungut. Setiap akhir bulan kami hitung, lalu langsung ditransfer utuh ke kas Pemerintah Kota Ternate. Kami tidak mengelola uang tersebut,” tegas Firman saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).

Firman menambahkan, kebijakan pungutan retribusi sampah melalui rekening air sudah berlangsung sejak lama, jauh sebelum ia menjabat sebagai Dirut. Namun ke depannya, Pemkot Ternate berencana mengubah mekanisme tersebut penarikan retribusi sampah tidak lagi melalui PDAM, melainkan akan diserahkan langsung kepada pihak kelurahan.

Biaya Abonemen Rp15.000, Ini Penjelasannya

Selain retribusi sampah sebesar Rp10.000 per rumah setiap bulan, dalam rekening pelanggan juga tercantum biaya abonemen sebesar Rp15.000. Firman menjelaskan biaya tersebut diperuntukkan bagi perbaikan pipa yang bocor serta pengadaan bahan pemurni air.

“Pemkot Ternate tidak lagi memberikan penyertaan modal kepada kami. Oleh karena itu, biaya perbaikan dan pengadaan bahan air kami tutup dari hasil biaya abonemen tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pipa sering mengalami kerusakan bukan hanya karena usia, melainkan akibat aktivitas warga, seperti pembakaran sampah yang merambat ke pipa, maupun penggalian yang dilakukan warga yang tidak sengaja mengenai instalasi pipa.

Perlu diketahui, dalam setiap rekening bulanan pelanggan tercantum rincian: biaya pemakaian air, retribusi sampah Rp10.000/bulan, dan biaya abonemen Rp15.000/bulan. (*)

error: Content is protected !!