TERNATE,lensamalut.co — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Kota Ternate, memicu respons cepat dari berbagai instansi serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara.
Terpantau BPJN ikut bergerak aktif, tidak hanya dalam penyediaan dukungan logistik, tetapi juga menurunkan unit alat berat langsung ke lokasi kejadian untuk mempercepat proses pemadaman.
Plt. Kepala BPJN Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, memimpin langsung upaya tersebut di lapangan.
Ia juga mengarahkan unit alat berat ekskavator untuk bekerja di lokasi guna membantu membolak-balik tumpukan sampah yang terbakar, sehingga petugas pemadam dapat lebih mudah menjangkau titik api dan mematikan sumber panas di dalamnya.
“Kami bergerak cepat dan terkoordinasi. Di lokasi ini kami bersinergi dengan Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian PUPR lainnya. Semua bahu-membahu mengatasi keadaan darurat ini,” ujar Abdul Hamid Payapo di lokasi TPA Takome.
Ia menegaskan bahwa BPJN Malut berkomitmen untuk terus mendukung penuh penanganan darurat selama proses pemadaman berlangsung. Bantuan tidak hanya berupa penyediaan logistik yang dibutuhkan petugas di lapangan, tetapi juga kesiapan menurunkan unit ekskavator tambahan beserta tenaga operator yang siap siaga.
“Selain bantuan logistik, kami juga siapkan tambahan ekskavator dan petugas yang akan terus berada di lokasi selama masa tanggap darurat penanganan kebakaran ini. Kami siap selalu membantu semaksimal mungkin sampai kondisi dinyatakan aman,” tegasnya.
Kehadiran BPJN Malut di lokasi diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman yang kerap mengalami kendala karena sulitnya menjangkau titik api di dalam tumpukan sampah yang tebal.
Kolaborasi antar instansi ini menjadi kunci utama dalam meredakan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak asap yang mengganggu kualitas udara dan kesehatan warga sekitar.
Hingga saat ini, upaya pemadaman masih berlangsung secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. BPJN Malut memastikan alat berat dan personel yang disiapkan akan terus siaga sampai kondisi di lokasi benar-benar aman dan dinyatakan terkendali. (*)














