TIDORE,LENSAMALUT.CO — Berangkat menunaikan ibadah haji adalah panggilan yang tidak bisa dipungkiri, karena itu adalah hidayah Allah bagi hamba-Nya. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf saat memberikan materi dan membuka kegiatan manasik haji tingkat Kemenag Kota Tidore Kepulauan pada Selasa (07/05/2024) di Aula Kantor Kemenag Tidore.
Dijelaskan Kakanwil, panggilan haji merupakan bagian dari kehendak-Nya sebagai suatu keberkahan. Oleh karena itu, sebagai hamba yang terpilih, bersyukur adalah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh para jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji.
Sebagai persiapan menuju tanah suci kata kakanwil, terdapat tiga hal yang harus dihindari oleh para jamaah haji diantaranya takabur, bicara kotor, dan berbantah-bantahan. Ketaatan terhadap aturan ini adalah wujud dari kesungguhan dalam menjalani ibadah haji.
Menurut Kakanwil, Tanah suci bukan menjadi tempat bagi Allah untuk memberikan balasan atas dosa-dosa yang dilakukan oleh hambanya. Allah tidak memberikan hukuman kepada hamba-Nya yang telah dipanggil untuk berhaji, melainkan Dia memilih untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui perjalanan haji.
“Jangan pernah ada pikiran buruk soal tanah suci saat kita melakukan perjalanan ibadah haji,”ujar H. Amar.
Kakanwil juga berharap agar para jamaah selalu membersihkan hati sebab itu adalah langkah mendasar dalam menjalani ibadah haji. Melepaskan segala kotoran di hati dan membuang hal-hal yang dilarang oleh Allah seperti jimat dan sejenisnya adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
“Kesempatan berhaji harus dimanfaatkan dengan baik, dengan menjalani ibadah dengan khusuk dan hanya menggantungkan harapan kepada Allah,”ucap Kakanwil.
Selain itu, pada kesempatan manasik tersebut Kakanwil menyampaikan penyelenggaraan haji 1445 H / 2024 M pemerintah masih mengusung tema haji ramah lansia dan juga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melayani jamaah haji dengan penuh cinta dan riang gembira.
“Tidak ada upaya untuk menyengsarakan rakyat, melainkan untuk memastikan bahwa perjalanan jamaah haji Indonesia dalam menjalankan ibadah haji berjalan lancar dan nyaman,”Imbuhnya.(*)













