JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB-FORMMALUT) se-Jabodetabek, M. Reza A. Syadik meminta Pemerintah Repoblik Indonesia Proaktif terhadap Palestina dari serangan zionis Israel.
Menurut Reza, Indonesia tidak boleh diam atas kebiadaban Israel. untuk itu, patut diberi pelajaran.
Dikatakan Reza, sikap Israel yang masih terus menggempur habis-habisan Palestina harus segera di hentikan.
Bahkan kata Reza “United Nations International Children’s Emergency Fund” (Unicef) mencatat anak Palestina tewas lebih 700 orang atas serangan Israel ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa di tolerir.
“Indonesia melalui Negara sudah harusnya presiden RI angkat suara setegas-tegasnya, apalagi kita mengetahui bahwa sebagian wilayah Palestina dalam upaya dianeksasi oleh Israel,”Ungkapnya.
Reza menyebut, sejarah konflik Israel dan Palestina suda sejak tahun 1947 sampai masuk 2023, 76 tahun berlangsung konflik yang dilancarakan zionis Israel tidak kunjung usai, bahkan konyolnya lagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkesan diam.
“Kutuk PBB Antonio Guterres”, di satu minggu yang lalu juga stetment Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut AS mendukung penuh Israel, sesungguhnya terlihat bahwa America serikat menjadi bagian yang ikut menyokong Kejahatan kemanusiaan sebagai predator kejahatan HAM,”Jelasnya.
Dalam skala global lanjut Reza, Problem internasional dalam aspek konflik yang di lakukan Israel semacam terlihat di pelihara sebagai bagian dari rekayas Internasional untuk menguasai Palestina, tentu kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki Priambule pada alinea pertama yakni pembukaan UUD 1945.
Reza juga mengecam segala tindakan Israel yang menancapkan serangan dan memblokir logistik kepada warga sipil Gaza, sebab hal itu melanggar hukum Hak Asasi Manusia.
“Kami meminta Pemerintah Indonesia respon cepat dengan segala jenis bantuan di tengah terisolasinya warga di Gaza akibat kepungan tentara zionis Israel, yang perlu di ingat Palestina adalah negara Pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia,”Pungkasnya.(*)













