TERNATE,lensamalut.co – Plt Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo menyatakan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan guna mendorong kemajuan daerah.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara dengan pihak BPJN, pada Senin (4/5/2026).
Pria yang akrab disapa Mito ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi menyangkut masa depan daerah.
“Kami membuka diri seluas-luasnya untuk menerima masukan. Pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya soal aspal dan beton, tetapi bagaimana kita membangun masa depan Maluku Utara secara bersama,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua KNPI Maluku Utara, Imanullah Muhammad, menyambut positif keterbukaan tersebut. Ia menyatakan, KNPI siap berperan aktif sebagai mitra kritis sekaligus strategis dalam mengawal pembangunan, serta menjadi penyambung lidah aspirasi masyarakat dari desa hingga kota.
“KNPI siap menjadi garda terdepan. Kami mendorong adanya program yang konkret untuk memastikan konektivitas benar-benar terwujud di berbagai wilayah,” tegas Imanullah.
Dalam diskusi tersebut, KNPI menyampaikan sejumlah poin krusial terkait kebutuhan jalan di berbagai titik strategis di Maluku Utara.
Ditempat yang sama, Ketua Bidang KNPI, Alan Ilyas, menyoroti pentingnya percepatan pembangunan pada beberapa ruas jalan utama, antara lain yakni Ruas jalan Payahe–Saketa, Jalan lingkar Pulau Obi, Konektivitas Halmahera Tengah–Halmahera Timur, dan Sejumlah titik infrastruktur di Halmahera Selatan.
Alan menekankan, konektivitas adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara BPJN dan pemerintah daerah menjadi solusi mutlak di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KNPI, Samir Jahum, turut menitipkan harapan agar pembangunan jalan di Pulau Makian menjadi perhatian prioritas. Ia menilai akses transportasi di wilayah tersebut masih sangat terbatas dan membutuhkan penanganan segera.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Abdul Hamid Payapo memastikan bahwa BPJN akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menjamin setiap masukan dari elemen pemuda akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan infrastruktur di masa mendatang.
“Sinergi ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Maluku Utara,”Imbuhnya.(*)













