WEDA,LENSAMALUT.CO — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program Desanesha yang merupakan sinergitas dengan Kemendesa PDTT kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat desa di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu program unggulan tersebut dilaksanakan di Desa Bilifitu, Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah. Program ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pengolahan produk turunan dari pala dan kelapa, guna mendongkrak pendapatan masyarakat setempat.
Desa Bilifitu dikenal sebagai salah satu penghasil pala dan kelapa di Maluku Utara. Namun, potensi ini belum dimaksimalkan secara optimal. Melalui program Desanesha, ITB hadir dengan membawa inovasi dan pengetahuan dalam pengelolaan hasil perkebunan tersebut.
Program ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, serta berbagai pihak lokal dalam melakukan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas produksi pala dan kelapa, tim pengabdian ITB yang terdiri dari Dr. Asep Hidayat, Dr. Ahim Ruswandi, Dr. Chindy Ulima Zanetta, dan mahasiswa Maryam Fitrotullah memberikan edukasi dan pelatihan terkait teknik pascapanen yang lebih baik.
Pelatihan ini diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat penurunan kualitas produk yang sering dialami oleh para petani.
Tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, program ini juga menitikberatkan pada diversifikasi produk. Masyarakat diajarkan cara mengolah pala menjadi produk bernilai tambah seperti manisan buah pala, sirup buah pala, dan teh herbal, serta memanfaatkan kelapa untuk menghasilkan produk turunan seperti minyak kelapa murni (VCO), briket arang, dan kopra.
Dengan adanya diversifikasi ini, masyarakat diharapkan dapat menciptakan produk-produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional.
Program Desanesha di Desa Bilifitu tidak hanya berlangsung dalam jangka waktu pendek. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa ilmu dan teknologi yang diberikan benar-benar diimplementasikan dengan baik oleh masyarakat.
Selain itu, tim ITB juga berupaya membentuk badan usaha milik desa (Bumdes) yang fokus pada pengolahan produk dari pala dan kelapa. Melalui Bumdes ini, masyarakat dapat bekerja secara kolektif untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran produk mereka.
Program Desanesha di Desa Bilifitu merupakan salah satu contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi.
Harapannya, program ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi lokal dan menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan peningkatan kualitas dan diversifikasi produk pala dan kelapa, diharapkan pendapatan masyarakat Desa Bilifitu dapat meningkat secara signifikan, sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dapat terangkat.
Program ini juga menegaskan peran penting institusi pendidikan dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.(*)














