Icon Wisata Pulau Plun Halmahera Timur Terbengkalai

Aset Wisata Pulau Plun Halmahera Timur Tidak lagi terurus (Foto/lensa)

LENSAMALUT.CO, HALTIM —
Pulau Plun salah satu icon wisata Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) sempat tenar beberapa tahun lalu, kini kondisinya terbangkalai.

Pasalnya, Dinas Pariwisata tampaknya tidak lagi memperhatikan icon Wisata pulau Plun. Padahal proses pembangunan asset tersebut menelan anggaran miliaran rupiah.

Kepala Bidang Asset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Haltim, Syane Seba kepada wartawan media ini rabu (25/8/2021) mengatakan pada pekan kemarin pihaknya bersama inspektorat haltim melakukan inventarisir asset wisata dipulau plun.

“data inventarisir menyebutkan seluruh asset yang terdapat dipulau plun, kondisinya sudah rusak berat,”Akuinya.

Sementara untuk asset yang hilang atau dicuri dan telah ada penyelesaiannya kini sudah kembalikan dan diamankan digudang yang bertempat di tapalo, Desa Gotowasi.

“Dari hasilnya inventaris, kami lihat seluruh asset yang ada dipulau plun kondisinya sudah rusak berat,”Ungkapnya.

Menurutnya, langkah inventarisir ini guna memastikan keberadaan dan kondisi asset. Kendati sebelumnya. pihaknya telah melakukan rekonsiliasi bersama OPD atau dinas terkait yang hasilnya tidak ada laporan terkait kondisi asset tersebut.

“Jadi, rekonsiliasi atas asset-asset yang dalam Penguasaan OPD biasanya kami lakukan dalam setahun 2 kali tujuannya untuk mengetahui penambahan aset karena adanya belanja modal, hibah dari pihak lain dan pengurangan aset dikarenakan rusak atau hilang”, paparnya.

Bahkan terkait kerugian negara, akibat dari rusak dan hilangnya asset wisata dipulau plun. Namun kabid belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran belum melakukan perampungan dan singkronisasi data bersama instansi terkait.

“Saya belum bisa kasih keterangan lebih, sebelum mencocokkan data dengan dinas pariwisata, karena rincian asset itu belum semua ada di kami, saya hanya bisa sampaikan kalau semua asset dipulau plun rusak berat,”jelasya.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah asset yang didapat dari hibah, namun hingga saat ini asset tersebut belum masuk dan terkafer oleh bidang asset haltim.

“Misalnya, hibah 2 unit zetsky dari propinsi dan hibah 3 gedung dari PT. Antam, ini belum ada laporan ke kami,”pungkas dia seraya manambahkan pulau plun ini baiknya d’kelolah oleh pihak ketiga untuk meningkatkan destinasi wisatanya sehingga tinggal membagi hasilnya dengan pemerintah daerah kab. Haltim

Untuk diketahui pemerintah kabupaten halmahera timur menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 5,1 miliar lebih untuk pembangunan wisata pulau plun yang kini kondisinya kumu dan terbangkalai ditambah seluruh asset rusak dan hilang.(Aff/Red)

error: Content is protected !!