Proyek Irigasi di Weda Tengah Bermasalah, JAS-MERAH Desak Dirjen Kementerian PUPR Evaluasi Kapala BWS Malut

Proyek Bendungan Irigasi Weda Tengah (dok/Ist)

TERNATE,lensamalut.co – Proyek pembangunan bendungan irigasi di Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan nilai Rp 16 Miliar diduga bermasalah. Baik dari sisi pembayaran lahan maupun kualiatas pekerjaan.

Pasalnya, Proyek yang melekat pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga kualitasnya sangat diragukan.

Bahkan Proyek yang berlokasi di Desa Lembah Asri dibangun diatas lahan sengketa warga setempat.Karena lahan sepanjang kurang lebih 88 meter tidak dibayar.

Tidak hanya itu, Proyek bendungan irigasi tersebut diduga kuat dibangun menggunakan material kapur baru, sehingga tidak memenuhi standar teknis konstruksi irigasi.

Selain itu, pekerjaan fisik proyek juga disinyalir tidak sesuai dengan volume kontrak. Karena mendekati batas waktu pelaksanaan, panjang pekerjaan belum mencapai target 88 meter sebagaimana yang direncanakan dalam kontrak.

Sementara informasi yang dihimpun media ini, Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Kepala BWS Maluku Utara.

Dugaan tersebut menambah sorotan Kordinator Pusat Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (JAS-MERAH) Reza A Syadik. Ia menyampaikan proyek yang dikerjakan asal-asalan tersebut terkonfirmasi adanya lemahnyaa pengawasan Kepala Balai BWS, M. Saleh Talib, S.T., M.T, Kasatker Nanda, Direksi Sudirman Talib dan PPK Jhony Dunda.

Ia menyebut, Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat proyek irigasi tersebut sangat vital bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Weda Selatan.

Untuk itu, ia mendesak Dirjen Cipta karya Kementerian PUPR segara mengevaluasi Kepala Balai BWS, M. Saleh Talib, S.T., M.T, Kasatker Nanda, Direksi Sudirman Talib dan PPK Jhony Dunda. jika tidak proyek bendungan irigasi di Maluku Utara akan terus bermasalah.

Diketahui, Daerah Irigasi (DI) Tilope yang menjadi sasaran proyek ini berada di Desa Tilope dan Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan. Sistem irigasi tersebut terinterkoneksi dengan DI Tilope, DI Wairoro, dan DI Kluting, dengan luas baku mencapai sekitar 3.388 hektare. Dari luas tersebut, luas potensial tercatat 1.877 hektare, sementara luas fungsional baru sekitar 854 hektare.(*)

error: Content is protected !!