MOROTAI – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai bakal menyiapkan dana khusus untuk warga yang rumahnya rusak berat akibat gempa yang mengguncang Morotai beberapa pekan kemarin. Hal tersebut dilakukan Pemda setempat lantaran hingga kini belum ada bantuan dari Pemerintah Pusat (Pempus) yang turun untuk 400 sekian rumah warga yang terkena dampak.
“Belum ada bantuan pusat untuk paskha untuk rekonstruksi tapi Pemda akan usahakan dana khususnya yang rusak berat duluan sudah verifikasi ulang. Jadi baru bantuan sembako yg beberapa minggu lalu sekitar 400 rumah yang berdampak sesuai berita acara terima dari masing-masing desa,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pulau Morotai, Hi. Abian Sofyan, ketika dikonfirmasi koran ini melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (13/07) kemarin.
Ditanya apa kendala di lapangan sehingga bantuan dalam bentuk rekonstruksi itu belum di berikan oleh Pempus,? Dirinya mengaku bahwa biasanya Pempus memberikan bantuan itu paskha bencana.
“Biasa pusat bantu dana nanti pascha bencana yang sekarang di bantu pusat untuk sembako, baferstock berupa tenda, selimut, felbet, tandu dan kebutuhan dasar dulu. Sementara proses mudah2an nanti di lanjutkan dengan program rekonsteuksi passcha bencana tapi pemda so ambil langka bantuan material bangunan di desa mira 8 unit rumah yang rusak berat, nex desa di utara dan jaya,” jelasnya.
Menurutnya, sesuai data yang di terimanya itu jumlah total secara keseluruhan rumah yang rusak, baik itu rusak ringan, sedang dan berat sebanyak 400 rumah. Namun, kata dia, saat ini ada penambahan beberapa rumah lagi di beberapa desa.
“Dong lagi data. Sekitar ada 400 tapi saat data ada desa di jaya yang masukan tambahan tapi tetap nanti di verifikasi juga, bahkan ada yang masukan tambahan di tahun sebelumnya pernah gempa tapi belum di bantu yang tampung juga sebagai masukan dong lagi verifikasi juga,” katanya.
Kembali ditanya berapa dana yang dibutuhkan, dirinya mengaku bahwa jika di estimasikan, dana yang di butuhkan itu sekitar Rp. 15 miliyar sekian.
“Rekonstruksi membutuhkan dana sekitar Rp.9,8 miliyar, kalau fasilitas umum sekitar Rp. 5.,5 miliyar sesusi estimasi,” tandasnya.













