SOFIFI – Wabah Corona Virus (Covid-19) yang melanda membuat Indeks pelayanan imunisasi mengalami penurunan hingga 50 persen di Indonesia. Hal ini juga diakui oleh juru bicara gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Maluku Utara, Alwia Assagaf bahwa, aktivitas pelayanan imunitas turun drastis.
Menggali masalah tersebut, Anggota Komisi IV Dewan Provinsi (Deprov) Malik Silia mengatakan, dinas kesehatan Kabupaten/Kota agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk menyikapi hal tersebut. “Koordinasi ini untuk menyampaikan kendala-kendala yang di hadapi dalam menangani balita di Maluku Utara, di tengah pendemi Covid-19,” ucapnya.
Menurut Malik, upaya tersebut guna menekan penurunan pelayanan imunisasi terhadap balita. “Apapun caranya, yang pasti harus ini teratasi, tidak boleh sampai ada penurunan secara kuantitas. karna ini soal masa depan generasi,” ungkapnya.
Politisi Partai PKB ini juga menyampaikan, dengan di berlakukannya tatanan hidup baru atau new normal, dinas kesehatan agar mengatifkan kembali pelayanan kesehatan pada balita denga memperhatikan faktor keselamatan dan kesejahteran petugas di puskesmas dan posyandu.
“Faktor keamanan bagi petugas ini penting, dalam arti jangan sampai petugas pelakukan aktifitas kerjanya terus ada yang terpapar,” tutupnya.













