PB Makayoa Maluku Utara Bakal Gelar Musyawarah ke I November 2026

FOTO: Sesupuh Makayoa, Ketua dan Pengurus Panitia Musyawarah ke I Ikatan Keluarga Besar Makayoa Maluku Utara (Dok:Ist)

TERNATE,lensamalut.co — Pengurus Besar Masyarakat Kayoa (PB Makayoa) Provinsi Maluku Utara sedang mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah I, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Musyawarah perdana ini menjadi momentum bersejarah, tak hanya untuk memilih ketua baru, tetapi juga merajut kembali kebersamaan dan memperkuat soliditas organisasi.

Pemantapan persiapan musyawarah dilakukan dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PB Makayoa, Dr. H. Rivai Umar, bersama Ketua Panitia Musyawarah I, Ir. Abuhari Hamza, M.Si., di Ternate, Senin (26/10/2026).

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Dr. H. Rivai Umar secara terbuka menyatakan saatnya generasi muda mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan.

“Beberapa pengurus termasuk saya sudah uzur dan energinya sudah habis termakan usia. Oleh karena itu, bersama para tokoh seperti Pak Amran, Pak Zafar Umar, Pak Caken, Pak Amanan sepakat segera melaksanakan musyawarah untuk memilih pengurus baru dengan energi yang paling besar,” ujar Rivai dalam jumpa persnya, Senin (26/10).

Mantan Rektor Universitas Unkahir ini kembali menegaskan PB Makayoa tidak ingin terjebak pada kultus tokoh, melainkan berkembang menjadi organisasi paguyuban yang modern, dinamis, dan berdampak luas.

“Makayoa berfokus pada kepentingan dan pelayanan sosial anggota. Kami tidak dibawa ke ranah politik praktis. Namun jika ada pihak yang ingin merekrut warga Makayoa untuk berkontribusi membangun daerah, kami sangat menyambut baik,”Ujar Rivai.

Konsolidasi dan Silaturahmi Lintas Etnis

Sementara Ketua Panitia, Abuhari Hamza, menjelaskan panitia dan tim pengarah saat ini tengah menyiapkan seluruh proses secara maksimal.

Penjaringan calon ketua kata dia, akan dilakukan secara transparan dan terbuka bagi seluruh warga Makayoa yang memenuhi syarat.

Lebih dari sekadar pergantian pengurus, Musyawarah I dimaknai sebagai konsolidasi besar untuk memperkuat falsafah hidup masyarakat Makayoa. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

“Makayoa selalu menekankan pentingnya menjaga norma, akhlak, dan saling menghargai antaretnis di Maluku Utara. Kami ingin terus menjadi jembatan penghubung yang harmonis,”kata Abuhari.

Dukungan Berbagai Kalangan

Ia menuturkan, Musyawarah ini diprediksi berlangsung meriah dengan melibatkan perwakilan warga Makayoa dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Halmahera Selatan dan Tidore Kepulauan.

Bahkan Dukungan pun mengalir luas dari tokoh masyarakat, akademisi, rektor Universitas Khairun, IAIN Ternate, Universitas Terbuka serta pimpinan partai politik dan pejabat daerah.

“Melalui musyawarah ini, kami berharap roda organisasi tetap solid, melahirkan pemimpin yang visioner, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Maluku Utara,” pungkas Abuhari.(*)

error: Content is protected !!