TERNATE — Nama Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, M.Irwan Datuiding dicatut oleh Orang tak dikenal untuk menipu serta meminta uang ke sejumlah Dinas di Lingkup Provinsi Maluku Utara.
“Modus yang dilakukan orang tak dikenal itu menghubungi sejumlah dinas di Provinsi meminta pendampingan serta meminta uang,”Ungkap Aspidsus M.Irwan Datuiding kepada wartawan di halaman Kantor Kejati Malut, Rabu (17/03) siang tadi.
Irwan mengaku, fotonya diambil lalu digunakan sebagai foto profil WhastApp dan menghubungi sejumlah dinas di Provinsi termasuk dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
“Jadi sekarang ini banyak sekali orang yang mengatamakan aspidsus untuk mencari keuntungan pribadi. Intinya foto profil saya diambil dan digunakan menghubungi kadis PUPR,”Katanya.
Aspidsus menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah ikut berperan dalam Proses lelang Proyek di ULP Provinsi Maluku Utara. Untuk itu, Ia mengecam keras.
“Yang pasti saya tidak pernah tahu tender apa. Karena saya tahu dari berita,”Jelasnya.
Irawan bilang, ada teman dari jakarta yang menelpon dan menyampaikan bahwa nama Aspidsus di catut itu benar.
“Kejadian ini bukan kali pertama, karena waktu menjadi kejari di demak itu nama saya dicatut terus untuk mengambil keuntungan secara pribadi,”Ungkapnya.
Atas perbuatan tersebut, Aspidsus berjanji akan melaporkan ke pimpinan dalam hal ini Kajati Malut.
“Prinsipnya saya tidak mau berhubungan dengan perkara apalagi meminta uang ke Dinas-dinas,”Imbuhnya.(Tam/red)













