TERNATE — Sentral Koalisi Anti Korupsi (SKAK) Maluku Utara di Jakarta bakal menggelar aksi di depan komisi pemberantasan korupsi (KPK) pada jumat (22/12) sore tadi.
Masa Aksi itu meminta KPK mengusut dugaan jual beli jabatan dilingkup Pemkab Halsel terlusuri dugaan suap penebitan SK Definitif Bupati Halsel, Hasan Ali Basaam Kasuba.
Dalam orasinya Reza menyebut, ada dugaan kuat konspiarsi percepatan dibalik pengeluaran/penerbitan SK Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba.
“Motifnya Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani kasuba, Muhammad Kasuba, Bassam Kasuba dan salah Pejabat Halsel serta pihak swasta ke Jakarta untuk percepat SK Defenitif Bupati Halsel dengan nilai 3 Miliar,”teriak Reza saat berorasi di depan gedung merah putih.
Olehnya itu, Reza meminta penyidik KPK menelusuri aliran dana tersebut serta memanggil dan memeriksa Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba dan kroni-kroninya.jika terbukti segera tetapkan tersangka karena itu merupakan kejahatan luar biasa.
Reza menyebut, dugaan suap penerbitan SK Definitif Bassam Kasuba itu beredar pasca
KPK menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT).
“Bidikan KPK itu tentu terkait pengembangan kasus, Setelah Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba dan Sejumlah Kepala Dinas di Pemprov Maluku Utara terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Senin (18/12/2023),”Kata Reza.
Dugaan kuat itu tercium pada Rabu (20/12/2023) Basam Kasuba ” menumpangi maskapai penerbangan garuda melalui Badara Sultan Baabullah Ternate itu dalam rangka menemui sejumlah pihak yang diduga dalam rangka untuk mengamankan dirinya.
Bahkan sekitar pukul 12:00 WIB, Bassam Kasuba menemui sejumlah pihak di salah satu cafe guna mengamankan dugaan kasus suap tersebut.
Dari pertemuan itu, diduga adanya kesepakatan bahwa Bassam menyanggupi Rp 2,5 Milliar, tetapi baru diberikan setoran awal (DP) Senilai Rp150 Juta.
“Sisanya, akan diserahkan pada pukul 12:00 WIB, Kamis (21/12/2023) kemarin,”bebernya.
“Jadi kami tegaskan nama-nama itu segara dipanggil dan diperiksa, karena kuat adanya kasus suap tersebut,”Pungkas Reza.
Diketahui, Seusai gelar Aksi SKAK Malut langsung melaporkan sejumlah masalah ke KPK yakni Kasus Masjid Raya Halsel, Dugaan Jual Beli Jabatan dan Dugaan Suap Penerbitan SK Defenitif Hasan Ali Bassam Kasuba.(*)













