TERNATE — Sentral Koalisi Anti Korupsi (SKAK) Maluku Utara di Jakarta menggelar aksi di depan komisi pemberantasan korupsi (KPK) pada jumat (22/12) sore tadi.
Dalam Aksi dukungan itu, KPK diminta mengusut kasus mega korupsi pembangunan masjid raya Halsel.
Melalui Siaran Persnya, Kordinator SKAK Malut di Jakarta, Reza A S mendesak KPK segara menyelidiki dugaan korupsi mega proyek Majid Raya Halsel.
Pasalnya,Pembangunan Masjid raya yang menelan anggaran APBD senilai Rp 109 miliar sejak tahun 2016, namun sampai saat ini belum kelar.
Reza juga meminta KPK memanggil dan memeriksa dua Mantan Bupati Halmahera Selatan yakni Muhammad Kasuba dan Bahrain Kasuba atas kasus pembangunan Masjid raya Halsel, sebab keduanya mengetahui jelas pembangunan masjid raya tersebut.
“Kami meminta KPK periksa Mantan Bupati Halsel, Muhammad Kasuba dan Bahrain Kasuba, karena Pembangunan Masjid Raya Halsel yang menguras anggaran APBD cukup besar 109 miliar, namun tak kunjung selesai alias mangkrak,”Tandasnya.
Sebagai Informasi bahwa Penyelidikan Proyek Pembangunan Masjid Raya berdasarkan surat perintah penyelidikan kepala kejaksaan tinggi Maluku Utara Nomor : Print-783/Q.2/Fd.1/11/2021 tgl 16 November 2021.
Kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan, namun sampai saat ini belum ada tersangkanya.
Diketahui, berdasarkan dokumen kontrak Anggaran pekerjaan masjid raya Halmahera Selatan tahun 2016 sebesar kurang lebih 50 miliar. namun di refocusing sehingga menjadi Rp. 29.000.000.000,-milyar.
Kemudian, tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp. 29.950.000.000 dikerjakan oleh PT. Bangun utama mandiri.
Sedangkan Tahun 2018 dianggarkan lagi dengan nilai Rp. 29.895.736.354 yang dikerjakan oleh PT. Bangun utama mandiri nusa.
Sementara Tahun 2019 dianggarkn lagi dengan nilai sebesar Rp. 9.984.783.000 Dikerjakan oleh CV. Minanga tiga satu. Dan Untuk di tahun 2021 dianggarkn lagi dengan nilai sebesar Rp. 11.018.437.819.82, itu dikerjakan oleh PT. Duta Karya Pratama Unggul.
Total keseluruan anggaran pekerjaan masjid raya kabupaten Halmahera selatan kurang lebih sebesar Rp. 109.848.957.173. tetapi berdasarkan fakta dilapangan sampai dengan saat ini pembangunan masjid Halmahera selatan belum kelar.(*)













