TERNATE,lensamalut.co — Gerak cepat dan respons presisi kembali ditunjukkan jajaran Intelmob Brimob Polda Maluku Utara dalam mengungkap kasus pencurian yang menyasar uang milik seorang pedagang di kawasan Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Korban diketahui bernama Saiful S. Hasan, warga Kecamatan Pulau Ternate, yang merupakan salah satu pedagang asal Pulau Moti. Saat kejadian, ia berada di Kota Ternate untuk membeli barang dagangan yang rencananya akan dijual kembali di wilayah Pulau Moti.
Dalam keterangan langsungnya, Kasi Intelmob Polda Malut, AKP M Ihsan Kadir, menjelaskan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Begitu kami menerima laporan, tim langsung melakukan langkah cepat, mulai dari pengecekan rekaman CCTV hingga penyelidikan lapangan untuk mengidentifikasi pelaku,” ujarnya.
Dari hasil tersebut, tim berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku dan mengembangkan informasi terkait pelaku lainnya serta lokasi penyimpanan barang bukti.
“Barang bukti berupa uang tunai berhasil kami temukan di lokasi yang disembunyikan, tepatnya di bawah jembatan Pasar Barito. Total uang yang diamankan mencapai Rp89.820.900. Selanjutnya, terduga pelaku dan barang bukti kami serahkan ke penyidik Polres Ternate untuk proses hukum,” jelasnya.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Direktur LBH Kie Besi Maluku Utara Iksan Maujud, yang menilai kinerja Intelmob Brimob Polda Malut patut diapresiasi setinggi-tingginya.
“Apa yang dilakukan Intelmob ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga penyelamatan harapan hidup masyarakat kecil. Uang yang hampir Rp90 juta itu bukan angka kecil, itu adalah hasil keringat para pedagang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil jualan mereka di pasar,” tegas Iksan.
Ia menambahkan, kondisi yang dialami korban mencerminkan realitas berat yang dihadapi para pedagang kecil, khususnya yang datang dari pulau-pulau seperti Moti.
“Saudara kita ini datang dari Pulau Moti dengan harapan membeli barang dagangan untuk dibawa pulang dan dijual kembali. Uang itu adalah modal usaha, hasil kerja keras yang dikumpulkan dengan penuh pengorbanan. Bayangkan jika itu hilang, bukan hanya kerugian materi, tetapi juga hilangnya harapan untuk menghidupi keluarga,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, ia menggambarkan bagaimana beratnya perjuangan para pedagang di pasar.
“Dari pagi hingga malam mereka berdiri, berpanas-panasan, bahkan kadang harus menahan rugi. Uang yang terkumpul bukan hasil instan, tetapi dari recehan demi recehan. Ketika itu dirampas, maka yang dirampas bukan sekadar uang, tetapi jerih payah, air mata, dan masa depan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus ini dan mengamankan kembali uang tersebut adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat kecil.
“Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Intelmob Brimob Polda Malut. Gerak cepat mereka telah menyelamatkan hak masyarakat yang sangat berharga,” lanjutnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di tempat keramaian seperti pasar.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan lengah, terutama saat membawa uang dalam jumlah besar. Tingkatkan kewaspadaan, dan jika melihat hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat,” pesannya.
Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi tindak kejahatan, sehingga rasa aman di tengah masyarakat, khususnya para pedagang kecil, tetap terjaga.(*)














