Eco Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara Gelar Kegiatan “Bobaso Se Rasai”

Eco Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara Gelar Kegiatan "Bobaso Se Rasai" (dok/ist)

TERNATE,lensamalut.co — Eco bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara menyelenggarakan kegiatan bertajuk  “Keberagaman dan Kebudayaan dalam bingkai Bobaso Se Rasai”.

Kegiatan tersebut berlokasi di Gereja GPM Soa Tabanga Kelurahan Sulamadaha, Ternate Utara.

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Tokoh Agama Lintas Iman, Tokoh Adat Sulamadaha, dari Masyawarakat Dusun Tabanga, Pemuda GKPMI, Wanita Peduli Lingkungan Tabanga (Wapeuli), Disaster Menagement Center (DMC), AMGPM Kota Ternate, Siswa dan Guru SMA 6 Kota Ternate, Siswa SMP 2 Muhammadiyah Kota Ternate.

Manager Regional eco Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara, Usman Mansur dalam sambutanya menyampaikan
kegiatan bertujuan menggalih nilai bobaso se rasai yang telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menuturkan, Muhamamdiyah memiliki peran penting meningkatkan pemahaman kesadaran masyarakat dan menjamin keberlangsungan hubungan kerukunan umat beragama.

Olehnya itu, melalui kegiatan ini dapat menjaga kerukunan menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Nilai Bobaso Se rasai ini merupakan nilai yang sudah ada sejak lama pada masa kesultan Ternate. mengapa tabanga menjadi dusun/Rt Tabanga Fail Projeck,  Karena Tabanga merupakan salah satu Kampung Tertua dari Kesultan Ternate, yang dalamnya terdapat 2 Agama dan 2 Denominasi Gereja Yakni Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Pentakosta,”Ucapnya.

Menurutnya, silaturahim antar saudara-saudri lintas iman dengan tujuan kita bersama yang hadir dalam kegiatan hari ini baik Tokoh Agama, pemuda dan perempuan lintas Iman Tetap Eksis dan Konsisten bersama-sama dalam membangun serta memperkuat toleransi umat Beragama di Kota Ternate.

“Muhammadiyah di Maluku Utara tetap eksis dan konsisten dalam merawat kerukunan umat beragama ini melalui jalur pendidikan.Muhammadiyah juga konsisten dan menyakini bahwa memperlakukan sesama manusia harus sama tanpa memandang latar belakang.karena Bicara keberagaman Kebudayaan dalam bingkai rasai se bobasa ini diartikan seperti saling asah, asuh, dan asih. Saling mengasa bagaimana meningkatkan keimanan kita dan nilai-nilai kemanusiaan,”Pungkasnya.

Sementara Kabid Wasbang Kesbangpol Ternate, Mochtar M. Ibrahim menyampaikan kegiatan eco bhinneka muhammadiyah Maluku utara yang bergerak kota Ternate merupakan contoh nyata pemuda pemudi yang semangat akan persaudaraan yang tidak terpisahkan dari ajaran agama.

“Meski berbeda-beda senantiasa tetap dalam tujuan yang mulia yaitu membangun negeri menjadi lebih baik dan bermanfaat. Dalam konteks ini, kita semua saling membuka diri dalam memperkuat persaudaraan antar umat beragama dari berbagai latar belakang,”Imbuhnya.(*)

error: Content is protected !!