LENSAMALUT.CO, HALSEL —
Proses rekrutmen Panwascam Pada Pemilu serentak 2024 mendatang telah dilakukan.
Setelah melalui tahapan
Computer Assisted Test (CAT) dan Tes Wawancara untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar, Bawaslu Halmahera Selatan akhirnya mengumumkan 60 orang yang lolos sebagai pengawas pemilu serentak pada 2024, Namun hasil yang dimumumkan pada Rabu 26 Oktober tadi malam tidak berjalan mulus melainkan menyisahkan banyak masalah.
Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara, Mudasir Ishak meminta Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara segera mengevaluasi Tiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan yang dianggap tidak masuk angin pada saat proses rekrutmen.
Menurutnya, verifikasi administrasi kepsertaan menjadi agenda penting komisioner bawaslu Halsel. Sebab Pemilu serentak 2024 mendatang harus menciptakan Pemilu yang jujur dan berintegritas.
“Bagimana bisa dikatakan pemilu yang jujur sementara proses perekrutan sudah banyak menyisahkan masalah,”Ujarnya.
Olehnya itu, Ia meminta Bawalsu Provinsi dibawa yang baru saja dilantik beberpa hari kemarin segara mengambil langkah tegas evalulasi tiga komisioner Bawaslu Halsel.
Selain itu, Hasil yang dimumkan perlu ditinjau kembali oleh bawalsu Provinsi. Karena dugaan kuat tiga Komisioner Bawaslu Halsel sudah masuk angin.
” bayangkan saja peserta yang sudah dikenakan sangsi tapi tetap diloloskan. Dimana integritas bawaslu halsel,”Tandasnya.
Sekedar diketahui, nama Panwascam terpilih yang diduga bermasalah yakni
Asgar Joisangadji, Panwascam Terpilih Gane Timur Selatan, juga merupakan Calon Kepala Desa Gane Luar.
Yuldi Udin, Panwascam Terpilih Gane Timur Selatan, Mantan Caleg 2019.
Hajir Hamisi, Panwascam Terpilih Kepulauan Joronga, Pernah dipecat dari PPK tahun 2019.
Hasan Hi Bahar, Panwascam Terpilih Gane Timur, Pernah di pecat dari Panwascam tahun 2014.
Mus Kaosar, Panwascam Terpilih Bacan Barat, pernah di pecat dari PPK tahun 2014.
Hairil Safar Panwascam Bacan Barat Utara, pernah dipecat dari PPK tahun 2014.
Sofyan Rasid Panwascam Makian Diduga Anggota Partai Politik.
(*)













