LENSAMALUT.CO, HALTENG —
Pembagunan Ruas Jalan di gunung Tabalik, tepatnya di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah,
membawa dampak positif. Sebab, selain pendukung utama
pengembangan wilayah juga
kelancaran transportasi terhadap kesejahteraan masyarakat dalam perekonomian.
Pandeta, Hery Mangadi Mtdk, Mta saat ditemui wartawan, Minggu (06/02) mengatakan, sebelum adanya pembangunan ruas jalan di Gunung tabalik Weda Tengah, Harga tanah terbilang sangat murah yakni dikisaran angka 5 Juta. Namun hal itu berubah drastis ketika Pengerjaan ruas jalan di Tabalik Selesai.
“Jadi sebelumnya 5 Juta pun orang tidak beli karena akses jalan sangat sulit. tetapi setelah Ruas jalan di gunung tabalik selesai dikerjakan harga tanah ada perubahan dari 5 Juta Per kapling naik menjadi Rp 100 Juta,”Ungkap Hery.
Pemilik Tanah dilokasi Tabalik itu juga mengaku, Penyuplaian logistik sudah mudah dan cepat, Begitu juga ketika rujuk orang ke RSU Weda.
Karena itu, bagi kami ini sesuatu yang luar biasa yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara.
“Bagi kami ini sangat Luar biasa. saya bicara dengan jujur sangat bersukur dan berterimaksih kepada pihak BPJN,”Tukasnya.
Hal yang sama diutarakan oleh Salah seorang pedagang kali lima (PKL) di desa lalilef, Alun. Ia mengaku senang lantaran Ruas Jalan di Gunung Tabalik sudah selesai di Hotmix.
“Tentunya kami Senang adanya pembangunan ruas jalan di gunung Tabalik. Sebab sebelumnya lokasi tersebut sangat rawan,”Ucap Alun.
Selain itu, juga berdampak positif khususnya kami para pedagang. Sebab proses distribusi logistik/bahan pokok sudah mudah dan cepat.
“Bayangkan saja, sebelumnya jarak tempu dari desa Lalilef menuju weda hampir 2 jam. Tetapi sekarang tidak lagi sampe 1 jam. Karena itu, merasa senang dan bangga atas pambangunan ruas jalan tersebut,”Tukas Alun PKL di Desa Lalilef.(Aff/Red)













