LENSAMALUT.CO, HALSEL — Halmahera Selatan sebagai daerah terbesar di provinsi Maluku Utara baik dari luas wilayah, jumlah penduduk maupun rentang kendali pemerintahan. Karena itu, guna mewujudkan kebutuhan dasar Masyarakat Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam hal akses air bersih.
Direktur PDAM Halmahera Selatan Selomen Bobote mengatakan, Terpenuhinya aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan) adalah sesuatu yang ideal dalam pelayanan air bersih, namun itu menjadi kendala yang seringkali dijumpai di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Ia menuturkan, Kabupaten Halmahera Selatan merupakan daerah kepulauan, 31.484 km2 atau 78% wilayahnya laut sementara daratan wilayahnya hanya kurang lebih 8.779 km2 atau 22%. itu pun tersebar di sekitar 450 pulau dalam wilayah administrasi 30 kecamatan dan 249 desa.
“Kendala-kendala itu belum ditambah dengan minimnya infrastruktur air baku, salah satunya di sumber Sungai Ra Kecamatan Bacan. Dimana, belum adanya sarana Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan pipa distribusi primer untuk sasaran daerah ketinggian menyebabkan water intake dan reservoir dengan debit produksi 40 liter per detik tak bisa optimal dalam mengolah dan mendistribusikan air bersih,”Ujarnya.
Ia menambahkan, Pada saat hujan dengan intensitas tinggi di hulu sungai, water intake terpaksa ditutup karena air sungai bercampur dengan sedimentasi yang memenuhi alur sungai. Dan selama sungai belum normal maka selama itu pula pelanggan tidak bisa menikmati air bersih PDAM Kabupaten Halmahera Selatan.
Selain Sungai Ra, sumber air permukaan lain yang belum dilengkapi sarana IPA adalah sumber air Gandasuli Kecamatan Bacan Selatan dan Sumber Air Logas Kecamatan Kayoa.
Tentunya, Ini tantangan besar bagi PDAM Kabupaten Halmahera Selatan selaku operator dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait serta pemerintah daerah baik Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk berkolaborasi memberikan solusi sehingga cakupan pelayanan air bersih PDAM Kabupaten Halmahera Selatan bisa meningkat dari angka 52,48% dan jumlah pelanggan juga meningkat dari angka 13.893 SR.
Bahkan kata dia, Masih banyak tempat yang harus dikunjungi, dan tempat itu benar-benar minim sumber air bakunya yang memenuhi aspek 4K. Tempat yang tersebar di pesisir dan pulau-pulau kecil dimana air hujan menjadi harapan dan itu berlangsung turun temurun.
“Kiranya Instalasi Pemanfaatan Air Hujan (iPAH) rekomended untuk diaplikasikan demi memberikan pelayanan air bersih yang sebaik-baiknya kepada para pelanggan,”Pungkasnya.(*)













