Anggota Polisi bertugas di Polda Malut Terbaring di RSUD, Diduga Dianiaya Seniornya

Korban sementara di Rawat di RSUD Ternate

LENSAMALUT.CO, TERNATE — Seorang anggota Polisi atas nama Rahmat Gazali Lampa (20) diketahui bertugas di Sabhara Polda Maluku Utara terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara (Malut).

Ia diduga dianiaya oleh seniornya hingga babak belur.

Menurut dari pengakuan keluarga Rahmat, korban belum bisa makan. Bahkan pada bagian dada, kepala, paha hingga lutut Rahmat meringis kesakitan jika disentuh.

“Badannya belum bisa kase bagara (bergerak) karena sakit, ada bekas luka di kaki. Dada, paha deng kapala. Jadi kalau disentuh dia bataria (berteriak sakit),”Ungkap salah satu keluarga korban.

Ia menuturkan, sebelumnya korban di rawat di Instalasi gawat darurat (IGD), korban lalu dipindahkan ke ruang rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, Thika Lampa (34) kaka korban kepada wartawan mengatakan, dugaan penganiayaan adiknya oleh seniornya bukan baru pertama kali, namun sudah pernah terjadi hingga membuat tulang rusuknya cedera.

“Adik saya ini angkatan 47, dia baru lulus pendidikan pada Juli 2022 lalu. Sekitar 3 bulan lalu dia pernah dapat pukul lagi sampe rusuknya patah,” akui Thika.

Thika menuturkan, dugaan penganiayaan kali ini lebih brutal, bahkan diduga pelaku lebih dari satu orang.

“Korban diduga dianiaya pada Sabtu (14/1/2022) dini hari berlokasi di areal gudang bulog, lingkungan Batu Anteru Ternate, saat sedang menjalani tugas piket,”Ujarnya.

Thika bilang, Jam 1 dia ada pulang ke rumah habis itu dia balik lagi piket di Sabhara Polda, sekitar jam 4 subuh dia datang toki-toki pintu. Pas mama buka dia langsung tabanting. Ini sudah yang kedua kali yang lalu itu rusuknya patah seniornya lagi yang pukul, jadi tadi malam itu dia paksa jalan sampai ke rumah.

“Saya juga tidak tahu sebenarnya apa dia punya kesalahan sampai dipukul begitu,”ujar Thika.

Permasalahan ini Lanjut dia, sudah membuat pengaduan ke Ditreskrimum Polda Malut terkait dugaan penganiayaan yang dialami adiknya.

“Saya sudah lapor tadi siang dan sekarang sementara proses. Mereka bilang sudah ada 3 orang yang dipanggil ke Propam untuk dapat periksa, tapi masih ada lagi,” katanya.

Ia berharap dengan kejadian yang menimpa adiknya tersebut Kapolda Malut agar mengusut hingga tuntas apa masalahnya.

“Kami minta ini diusut supaya jadi pembelajaran buat yang lain supaya tara bikin lagi kayak yang adik saya alami,” pintah Thika.

Hingga berita ini dipublish media ini terus mencoba melakukan konfirmasi ke Polda Malut. (Isr/Red)

error: Content is protected !!