TERNATE,lensamalut.co — Beradar rekaman percakapan Voice pihak perusahaan dan bagian tata ruang Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
Percakapan itu mengarah ke penyuapan yang diduga memiliki kaitan atas perintah Sekda di Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Caherul Richfat.
Dalam Rekaman voice itu kode yang digunakan adalah drone.
Merespon hal itu, Kordinator Sentral Koalisi Anti Korupsi (SKAK) Maluku Utara Jakarta, Reza A Syadik menyampaikan pihaknya akan mendatangi KPK melakukan aksi demonstrasi sekaligus menyerahkan rekaman vioce tersebut pada 23 Januari 2025.
Reza menuturkan, rekaman voice ini tentu bisa menjadi jalur masuk KPK untuk melakukan penyelidikan awal membongkar jenis kejahatan dugaan suap, karena perbincangan di rekaman tersebut membicarakan soal angka yang sudah untuk menandatangani dokumen.
“Kita tahu bersama bahwa KPK sejak 2023 juga telah melakukan OTT dibidakara yang melibatkan Eks Gubernur Maluku Utara dengan berbagai jenis kasus dari mulai jual beli jabatan hingga mafia perizinan di sektor tambang Provinsi Maluku Utara. Sehingga rekaman ini nantinya menjadi dasar dan pintu masuk KPK untuk mengusut masalah di Halmahera Timur,”Ujar Reza dalam siaran Persnya, Senin (20/1/2025).
Reza mengungkapkan saat ini Setyo Budiyanto menjadi ketua KPK, artinya deretan sejumlah prestasi KPK yang lalu kini akan diuji saat menyodorkan bukti rekaman Voice WhatsApp nanti.
Disisi lain, Reza juga akan mempertanyakan peryataan eks juru bicara KPK Ali Fikri kala itu mengaku bahwa proses penyidikan perkara yang diduga melibatkan pejabat haltim masih berjalan.
“tentu dalam hal ini kita akan mempertanyakan kepada KPK terkait peran mantan Kepala Bappeda yang saat ini menjabat Sekda Halmahera Timur, sudah sejauh mana progres perkembangan kasus tersebut, karena
dibawa kepimpinan Ketua KPK yang baru Setyo Budiyanto akankah mengukir prestasi baru di 2025.(*)













