Perubahan Iklim Akibat Keserakahan Manusia

Parlan Hening (dok/Ist)

LABUHA,lensamalut.co — Eco Bhinneka Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Talk Show yang dirangkaikan dengan Fiel Trip di Kabupaten Halmahera Selatan, pada 21 Juni 2025.

Tema yang diusung pada kegiatan tersebut yaitu “Kepemimpinan Kaum Muda Lintas Iman dalam Perubahan Iklim melalui Keadilan Gender”.

Kegiatan ini menghadirkan pemuda dan perempuan sebagai peserta dari berbagai lintas organisas, komunitas dan lintas iman.

Program ini adalah program yang di desain selama 2 tahun yang kita gunakan pendekatan dengan keadilan iklim dan eco feminism. Ini adalah sebuah pendekatan yang baru tetapi bisa menjadi pendekatan yang sudah lama yang mengalami pembaharuan setiap waktu. Namun,yang dilakukan saat ini focus pada anak anak muda dan lintas iman.

Direktur program Ecobhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan dalam sambutanya menyampaikan perubahan iklim yang terjadi adalah akibat keserakahan manusia.

Dia menyebut, satu hal yang sangat sulit untuk di antisipasi yaitu keserakahan manusia, kemudian ini ditemukan bahwa keserakahan manusia itu adalah salah satu yang melatar belakangi adanya perubahan iklim.

Menurutnya, keserakahan orang yang mempunyai kemampuan tetapi tidak digunakan untuk kebijakan.

“Keserakahan orang melakukan perusakan, keserakahan dana untuk menebang hutan, keserakahan orang-orang mengeruk dan melakukan pertambangan dan itu tidak disertai dengan kerangka untuk menjaga lingkungan,”Ujarnya.

Dia mengungkapkan, keserakahan pribadi menjadi keserakahan kolektif dan ini sangat bahaya pada manusia serta semua menyakini bahwa keserakahan itu salah satu yang harus bisa diantisipasi.

Lebih jauh kata dia, Keserakahan Manusia adalah Penyebab Perubahan Iklim Bumi, rumah kita satu-satunya, kini menghadapi ancaman serius yang belum pernah terjadi sebelumnya perubahan iklim.

Menyadari urgensi krisis ini, penting bagi kita untuk memahami bahwa menjaga bumi bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan.

“Ini adalah tanggung jawab kolektif yang diemban oleh setiap individu, komunitas, pemerintah, dan sektor industri,”Jelasnya.

Disampingi itu perlu adanya upaya mitigasi.dimana, menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim yang tak terhindarkan, menjadi krusial.

“Dari transisi ke energi terbarukan, praktik pertanian berkelanjutan, hingga perlindungan hutan dan lautan.karena setiap tindakan sekecil apa pun, memiliki peran dalam membangun masa depan yang lebih lestari,”Tukasnya.(*)

error: Content is protected !!