Setelah Tujuh hari operasi SAR terhadap musibah tenggelamnya Kapal LCT Modern Putra Samudera yang tenggelam di perairan Liboba. Halmahera selatan pada 5 Agustus lalu akibat cuaca buruk resmi ditutup.
Tim SAR gabungan telah berupaya semaksimal dalam operasi pencarian namun hingga hari ke tujuh satu korban belum dapat ditemukan dan dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate Fathur Rahman mengatakan. Upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal selama tujuh hari sesuai SOP Basarnas namun satu orang belum dapat ditemukan.
Ia mengatakan, dihari ke tujuh pencarian dimulai pukul 07.30 wit hingga sore hari pukul 18.00 wit. Namun hasil masi nihil.
Lanjut Fathur, Koordinasi dan Pemapelan juga telah di sampaikan ke instansi terkait serta Kapal dan nelayan yang melintas di area kejadian. Apabila melihat maupun menemukan korban agar segera melaporkan ke Basarnas.
Tim SAR Gabungan pun sudah berkoordinasi dengan Agen kapal serta keluarga korban, pihak keluarga mengikhlaskan dan berterimakasih kepada Tim SAR Gabungan.
Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melaksanakan debrifing dan Evaluasi dengan kesimpulan 6 org korban Selamat, 2 Orang korban MD dan 1 orang korban dinyatakan hilang. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan Terima kasih.
Unsur Terlibat dalam operasi sar. Basarnas Ternate, USS Halsel RB 309 Ternate, Kodim Labuha, Koramil 1509-03/Saketa, Polsek Saketa, Polsek Gane Barat, Pos TNI AL Bacan, Pos Polairud Bacan, BPBD Halsel, Babinsa Kukupang, Agen Kapal, Pemdes Kukupang dan Masyarakat Setempat.(*)













