Hendrata Thes Dinilai Gagal Bangun Kabupaten Sula

Sejumlah Kegiatan Fisik yang tidak dituntaskan Hendrata Thes

SANANA,LENSAMALUT.CO —
Hendrata Thes Bupati Kepulauan Sula periode tahun 2016-2021 dinilai gagal membangun Kota Sanana selama memimpin.

Pasalnya, sejumlah infrastruktur yang dibangun dimasa kepemimpinan Hendrata Thes tidak dapat difungsikan.

Berdasarkan penelusuran Media Lensa Grup beberapa pekan ini ditemukan sejumlah pekerjaan fisik yang nilainya fantastis, namum tidak dapat dinikmati masyarakat, karena pembangunan tidak tuntas.

Seperti halnya, pembangunan  fasilitas pendukung swering Desa Mangon dengan nilai anggaran Rp 4 miliar lebih tetapi, tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lantaran ambruk.

Selain itu, Pembangunan Rumah Ibadah Masjid An-Nur Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara dengan nilai anggaran Rp 4 miliar lebih, namun sayangnya pembangunan tidak kelar sehingga tak bisa difunsikan.

Selanjutnya, pekerjaan jembatan kali Baleha di kecamatan Sulabesi Timur sejak tahun 2020 dianggarkan senilai Rp. 3,3 miliar, pekerjaan terhenti ditiang pancang dan tidak selesai dikerjakan hingga akhir masa jabatannya.

Tidak hanya itu, tetapi ada bendungan irigasi Desa Kaporo yang berada di Kecamatan Mangoli Selatan menelan anggaran sebesar Rp. 9,8 miliar. Namun hanya menjadi pajangan lantaran tidak bisa difungsikan.

Kemudian jembatan air Bugis. Jembatan yang dibangun di Desa Auponhia pada tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar lebih oleh PT Kristi Jaya Abadi tetapi ambruk sehingga tidak bisa difungsikan masyarakat.

Dari deretan pekerjaan yang tidak tuntas tersebut jelas-jelas bahwa kepemimpinan Hendrata Thes gagal.

Sementara salah satu warga sanana, Andi menyampaikan bahwa memang ada pembangunan di masa kepempimpinan Bupati Hendrta Thes, namun banyak juga yang gagal.

“Memang ada yang positif namun banyak juga yang terbengkali karena tak bisa dipergunakan oleh masyarakat,”kata Andi Sanana, Rabu (29/05/2024).

Andi berharap, pemerintah kedepan harus lebih banyak memikirkan nasib rakyat akar rumput, terutama kondis ekonomi dan pembangunan fisik seperti penghubung jalan antara desa.

“Siapa saja kedepan yang jadi bupati kami masyarakat hanya meminta untuk berfikirlah nasib rakyat kecil agar masyarakat Kepulauan Sula bisa sejahtera,”Pungkasnya.(*)

error: Content is protected !!