Gagal Perencanaan, Proyek SPAM IKK Limbo Taliabu Rp 52 Miliar Terancam Tak Dinikmati warga

Proyek Optimalisasi Air-Bersih Limbo (dok/ist)

Proyek sistem penyedia air minum (SPAM) IKK beringin jaya ke desa limbo, kecamatan taliabu barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara menelan anggaran senilai Rp 52 miliar diduga gagal perencanaan.

Proyek tersebut melekat pada Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara dikerjakan dalam 2 tahap.

Tahap pertama Dikerjakan tahun 2019 oleh dua perusahaan yakni PT. Kusumo Wardana Group dan PT. Darma Prima Mandala dengan pagu anggaran Rp 24.740.000.000, namun tidak dapat difungsikan.

Baca Juga : Ini Resep Keju Sehat dan Mudah

Tahap kedua, BBPW Maluku Utara kembali mengelontarkan dana senilai Rp 28 Miliar di tahun 2023-2024.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Dian Dhia Delato tidak mampu tuntaskan sesuai masa waktu kontrak kerja.

Selanjutnya, dilakukan Adendum/perpanjangan waktu pekerjaan selama 90  hari terhitung 16 Maret 21 Juni 2024, tetapi pekerjaan tak kunjung selesai.

Sementara Infomasi yang diperoleh Arman salah satu warga yang ikut bekerja dalam proyek SPAM mengatakan, sampai saat ini proyek belum menunjukan progres yang memuaskan.

Ia mengungkapkan, proyek itu, para pekerja dan penyelam pihak rekanan ternyata menggunakan pipa lama atau bekas dari proyek sebelumnya.

“Pekerjaan ini pakai pipa proyek lama pak, banyak warga yang ikut kerja mulai protes,”ungkap Arman warga desa limbo kepada wartawan, Sabtu 21 Desember 2024.

Baca Juga : 5 Pola Hidup Untuk lebih Sehat

Amran bilang, kalau kerja model seperti ini bisa jadi proyek tahap kedua ini kembali gagal.

Disisi lain, keterlambatan proyek SPAM Limbo juga diakui oleh salah satu pekerja yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Ia menyebut, pihaknya mengalami kesulitan memasang pipa bawah laut, karena kekuatan arus laut yang terlalu kencang.

“Ini sulit karena arus bawah laut di area  pemasangan pipa itu terlalu kencang,” jelasnya.

Terkait hal itu, Kasatker balai BPPW Maluku Utara, masih dalam upaya konfirmasi wartawan.(*)

error: Content is protected !!