Kuasai Panggung Debat, FAM-SAH Tekad Perangi Kezaliman Demi SULA BAHAGIA

Sanana, LM.co – Debat kandidat calon bupati dan wakil bupati Kepulauan sula Tahun 2020 yang digelar, jumat (30/10) di gedung Istana Daerah (Isda) terlihat menarik. Karena debat perdana yang dipandu oleh moderator Syahrani Somadayo dari seluruh segmen dapat diselesaikan dengan baik ke ketiga masing-masing pasangan Calon.

Meski demikian, debat perdana dengan tema ” Pelayanan Profesional dalam mewujudkan masyarakat sula yang bermartabat” itu terdapat keunggulan dari pasangan Calon Nomor Urut (3). Dimana, Pasangan FAM-SAH tampak terlihat kuasai panggung debat dan membagi waktu yang baik dengan pasangannya serta menjawab seluruh pertanyaan dari kedua Rival Politiknya yakni Paslon Nomor Urut (1) HT-UMAR dan Paslon Nomor Urut (2) ZADI-IMAM. sedangkan kedua wakil mereka tampak terlihat tidak di berikan kesempatan oleh kedua pasangan calon Bupati untuk berbicara.

Selain FAM-SAH kuasai panggung debat perdana, juga sedikit menyungung rival Politiknya dari paslon Nomor Urut (1) soal kepimpinan sebagai Bupati.

Awal debat hingga akhir tampil percaya diri  paslon Nomor Urut (3) FAM-SAH. yang mana keduanya menyampaikan Visi dan Misi “SULA BAHAGIA” saling bergantian.

Visi: “SULA BAHAGIA” yang diartikan oleh Fifian Ade Ningsi Mus adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula yang bahagia dari semua aspek kehidupannya. BAHAGIA sendiri merupakan akronim dari Bersih, Aman, Hebat, Adil, Giat, Inovatif, dan Agamais.

Rasionalisasi BAHAGIA dipaparkan Ningsi adalah Sula Bersih, yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih dalam tata kelola dan penyelenggaraannya (clean governance) serta lingkungan hidup masyarakat yang bersih dan indah.

Sula Aman, yaitu perwujudan suatu kondisi atau situasi kehidupan masyarakat yang berada dalam suasana rasa aman dan tertib.

Sula Hebat, yaitu menghasilkan suatu kerja cerdas seluruh elemen masyarakat yang merupakan prestasi yang sangat luar biasa.

Sula Adil, yaitu terwujudnya keadaan di mana masyarakat diperlakukan secara tidak memihak, dan berdasarkan kebenaran serta sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sula Giat, yaitu melahirkan suatu perbuatan, usaha dan/atau keinginan yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat dengan penuh semangat dan gairah yang tinggi.

Sula Inovatif, yaitu menghasilkan suatu pikiran, pemahaman dan memproduksi karya atau inovasi yang bermanfaat bagi orang banyak.
Sula Agamais, yaitu perwujudan suasana beragama dalam kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, kedamaian dan kebahagiaan, serta tercipta rasa saling menghormati, menghargai antar umat beragama maupun sesama umat beragama.

Sementara Misi adalah Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata, dan berkeadilan sosial.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, unggul dan berakhlak mulia.

Membangun dan mengembangkan sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah secara profesional, transparan, dan akuntabel serta tidak adanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme;

Selain itu, Menjalin hubungan kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat/adat, kaum intelektual, TNI/Polri, serta masyarakat luas.

Menjamin terlaksananya perlindungan dan penghormatan terhadap HAM dan penegakan hukum yang adil dan humanis.

Menekan angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja, mengurangi jumlah dan persebaran penduduk miskin, dengan mendorong kemandirian masyarakat kota.

Memperkuat aksesibilitas masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas dan dapat dijangkau, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur dasar bidang kesehatan dan pendidikan.

Meningkatkan pembinaan kerukunan dan mutu kehidupan beragama dan Melakukan revitalisasi di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, perhubungan, pariwisata dan budaya, serta perdesaan secara berkesinambungan.

Di akhir debat FAM-SAH juga memerikan Closing Statemen dengan tegas dan hati yang tulus memerangi kezaliman yang terjadi di negeri Ini.

“Kalah menang adalah kuasa Allah SWT, tetapi untuk memerangi paslon (1) dan (2). Saya perempuan pertama yang mencalonkan diri Kepala daerah tetap berusaha semaksimal mungkin bersama perempuan-perempuan yang ada di Sula demi “SULA BAHAGIA”.(Bet/Red)

error: Content is protected !!