SOFIFI,lensamalut.co – Dinas Pariwisata Provinsi Maluku fokus pada pengembangan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata, Tahmid Wahab mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif difokuskan untuk menunjang kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata, seperti bantuan alat produksi, kerajinan, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Selain itu dilakukan langkah-langkah strategis, seperti kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Bali.
Kerja sama tersebut, jelas Tahmid, difokuskan pada dua aspek utama. Dengan Jawa Tengah, Pemprov Maluku Utara mendorong pengembangan ekonomi kreatif karena lebih relevan.
Sementara dengan Bali, pengembangan destinasi wisata.
“Kalau di Bali, kita coba atur bagaimana supaya wisatawan mancanegara maupun domestik yang sudah datang ke sana bisa diarahkan juga ke Maluku Utara. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya transit di Makassar, lalu sekitar satu jam lebih ke Ternate atau Sofifi. Kurang lebih tiga jam perjalanan, mereka sudah bisa sampai,”kata Tahmid, Selasa (19/8/2025).
Ia mengingatkan bahwa promosi pariwisata tidak boleh berlebihan. Di mana, promosi harus dilakukan secara jujur agar tidak mengecewakan wisatawan ketika tiba di lokasi.
“Kadang kita promosi berlebihan. Kalau wisatawan sudah datang, ternyata fasilitas di lapangan tidak sesuai dengan harapan mereka, itu justru merugikan. Jadi promosi harus jujur. Jangan sampai muluk-muluk, tapi hasilnya mengecewakan,”pungkasnya.(*)













