BPKP Malut Akan Segera Terbitkan hasil Audit kasus Masjid Raya Halsel Jika sudah Ada Bukti Ini

Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Malut, Her Notoraharjo

TERNATE — Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku Utara menyampaikan akan menerbitkan hasil audit kerugian keuangan negara jika bukti-bukti sudah terpenuhi.

“untuk hasil audit akan diterbitkan setelah bukti-bukti telah cukup,”kata
Kata Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Malut, Her Notoraharjo, Jumat (24/11/2023).

Ia menyebut proses audit kasus Masjid Raya Halsel masih memerlukan klarifikasi dengan Ahli konstruksi Univesitas Khairun (Unkhair).

“Tinggal menunggu hasil klarifikasi dari ahli konstruksi Unkhair oleh tim audit, jika sudah maka disusun lalu diterbitkan hasilnya,”Tandas dia seraya menambahkan SOP penghitungan kerugian keuangan negara suatu perkara korupsi membutuhkan 20 hari kerja
jika bukti-bukti cukup, namun jika masih belum cukup bukti bisa lebih dari 20 hari.

Sebagai Informasi bahwa Penyelidikan Proyek Pembangunan Masjid Raya berdasarkan surat perintah penyelidikan kepala kejaksaan tinggi Maluku Utara Nomor : Print-783/Q.2/Fd.1/11/2021 tgl 16 November 2021.

Berdasarkan dokumen kontrak Anggaran pekerjaan masjid raya Halmahera Selatan tahun 2016 sebesar kurang lebih 50 miliar. namun di refocusing sehingga menjadi Rp. 29.000.000.000,-milyar.

Kemudian, tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp. 29.950.000.000 dikerjakan oleh PT. Bangun utama mandiri.

Sedangkan Tahun 2018 dianggarkan lagi dengan nilai Rp. 29.895.736.354 yang dikerjakan oleh PT. Bangun utama mandiri nusa.

Sementara Tahun 2019 dianggarkn lagi dengan nilai sebesar Rp. 9.984.783.000 Dikerjakan oleh CV. Minanga tiga satu. Dan Untuk di tahun 2021 dianggarkn lagi dengan nilai sebesar Rp. 11.018.437.819.82, itu dikerjakan oleh PT. Duta Karya Pratama Unggul.

Total keseluruan anggaran pekerjaan masjid raya kabupaten Halmahera selatan kurang lebih sebesar Rp. 109.848.957.173. tetapi berdasarkan fakta dilapangan sampai dengan saat ini pembangunan masjid Halmahera selatan belum kelar dan masih dalam tahan proses pegerjaan.(*)

error: Content is protected !!