BPJN Malut Diduga Cari Keuntungan Program Jokowi di Tengah Pandemi Covid -19

Program Pemulihan ekonomi Nasional non skil di Kota Ternate (Foto/lensa)

LENSAMALUT.CO, TERNATE — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara diduga mencari keuntungan pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dimasa pandemic covid-19 saat ini. Pekerjaan yang ditenderkan secara kontraktual pada preservasi jalan keliling Pulau Ternate yang dikerjakan PT Ghinan Indo Mandiri maupun swakelola dengan sumber anggaran miliyaran rupiah menggunakan dana APBN Tahun 2021.

Dalam pekerjaan tersebut, terdapat sejumlah item pekerjaan masuk dalam program PEN non skil atau tidak ditenderkan seperti swakelola masyarakat atau pekerjaan padat karya. Namun item pekerjaan ini dikerjakan hanya sekolompok orang dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Malut. PPK selaku pelaksana pekerjaan di lapangan diduga mencari keuntungan dengan tidak melibatkan pekerja masyarakat setempat sesuai dengan surat ederan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR nomor: 8/SE/Db/2020.

Program PEN di Wilayah Kota Ternate (Foto/lensa)

Padahal PEN yang digagas Presiden Joko Widodo dan diteruskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Program Padat Karya Tunai (PKT) yang dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi atau non skil.

Program ini bertujuan untuk mendistribusikan dana hingga ke desa, menjaga daya beli masyarakat serta menyerap tenaga kerja. Terdapat 20 kegiatan yang diharapkan dapat membantu mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional pasca Pandemi COVID-19. Justru yang terjadi papad pekerjaan rahabilitasi dan pemeliharan rutin jalan dan jembatan keliling di Pulau Ternate di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, jauh dari harapan.

Dalam penulusuran sejumlah wartawan di lapangan seperti ditemukan item kegiatan terkait revitalisasi saluran drainase padat karya (PEN) rehabilitas pembersihan saluran. Ruas jalan jambula sampai dufa-dufa. Tahun anggaran 2021. Pekerjaan ini dikerjakan sekolompok orang suruhan dari PPK BPJN Malut bukan warga setempat terutama di Kelurahan Rua.

“Informasi dari Kelurahan tidak ada sama sekali. Tidak tahu kalau ada program yang bisa membantu masyarakat kecil seperti kami. Yang setahu saya kalau program yang sementara dikerjakan itu dari PU, Tapi saya tidak tahu kalau pekerjaan ini bisa libatkan warga Rua sini,” kata Can Husen, warga Rua, kepada sejumlah wartawan.

Tentunya ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini untuk menambah kebutuhan ekonomi warga Kelurahan Rua, hanya menjadi penonton.

“Saya sering tanya juga ke mereka (pekerja), kalau butuh tenaga saya juga bisa, tapi mereka menjawab kami sudah pas. Jadi mau bilang kecewa ya kecewa, karena mereka sudah ambil orang lain dari kelurahan lain,” ungkap Can dengan raut wajah sedih.

Salah satu pengawas pekerjaan rehabilitas pembersihan saluran mengaku, orang-orang yang dipekerjakan itu bukan warga setempat. Namun tenaga pekerja yang direkrut dari dalam Kota Ternate.

“Yang kerja bukan orang Rua, Tapi teman-teman dari dalam Kota Ternate,” ujar Hendra kepada wartawan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Malut yang diketahui bernama Tobing saat dikonfirmasi melalui via telepon 082399019xxx namun tidak tidak merespon.

Sementara Kepala BPJN Malut Gunadi Antariksa, ketika dikonfirmasi Kamis 2 September 2021, harus membutuhkan waktu berjam-jam. Dimana, Harus melawati protap security dan karyawan BPJN Malut. karena menurut mereka, sudah menjadi arahan dari Gunadi. Kendati demikian, orang nomor satu di jajaran BPJN Malut akhirnya bersedia memberikan keterangan.

“Saya tidak mendengar ada seperti itu, kalau memang ada informasi itu coba kami cek, kami tanya ke staf kami,” kata Gunadi diruang kerjanya, Kamis (2/9/2021).

Dia menuturkan, andai kata ada tenaga kerja bukan warga setempat pihaknya bakal mengingatkan ke staf karena sebaiknya memang untuk orang-orang lokasi situ (warga setempat).

“Ya intinya logis sajalah, bukan mengambil orang dari luar, kalau ada orang disitu,” kata dia.

Gunadi menambahkan, pekerjaan swakelola tersebut langsung dikelola oleh PPK. Kalau pekerjaan kontrak lain lagi. karena swakelola harus dikelola langsung PPK BPJN Malut.

“yang berkaitan dengan tenag kerja sebaiknya disampaikan ke kami, jangan ditulis keluar,” pintahnya.

Karena menurut Gunadi, ketika ada hal seperti itu pihaknya langsung akan menindaklanjuti dan segara menyelesikan. Anggaplah ada masyarakat melihat pekerjaan lansung saja disampaikan ke pengawas lapangan.

“ Atau silahkan sampaikan ke saya, orang ada disitu kenapa harus ambil dari luar.” tandas Gunadi.

Program PEN ini dalam rangka memberikan bantuan ekonomi kepada masayarakat terdampak covid-19. Dengan cara pemberdayaan kegiatan dibidang non skil, tidak hanya dilaksanakan di Kota Ternate. Namun juga dilaksanakan BPJN Malut hampir di sepuluh Kabupaten dan Kota lainnya. Indikasi kemungkinan serupa menyangkut pekerjaan swakelola masyarakat atau pekerjaan padat karya dikelola oleh PPK tidak melibatkan warga setempat. (Red)

error: Content is protected !!