LENSAMALUT.CO, TERNATE —Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara mendesak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI segara membekukan seluruh Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Zona 1 dan 2 Maluku Utara dan membuka rekrutmen kembali secara terbuka dan profesional.
Kepada wartawan, Selasa (09/05/2023), Ketua DPD Persatuan Alumni (PA) GMNI Maluku Utara,Mudasir Ishak menyebut pembekuan Timsel Zona 1 dan 2 sangat penting.Pasalnya, opini publik terkait manuver pelibatan komisioner maupun timsel terpilih belakangan ini membuat gaduh.
Bahkan menurunkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga Pengawasan pemilihan Umum (Pemilu).
Olehnya itu lanjut dia, sebagai langkah ikthtiar nama baik lembaga Bawaslu kiranya usulkan tersebut sudah tepat dan dapat menjadi pertimbangan Bawaslu RI sebagai otoritas.
Selain itu, Bawaslu RI juga harus membentuk tim untuk mengkrocek apakah dugaan pelibatan oknum timsel dan bawaslu provinsi dalam prahara timsel zona 1 dan 2.
“Bawaslu RI harus bentuk tim guna mengkroscek lebih valid dugaan pelibatan oknum Timsel dan Komisioner, Jika terbukti segara ambil langkah tegas diberhentikan. karena merusak citra bawaslu secara kelembagaan,”Tegasnya.
Diketahui, Tim Seleksi Bawaslu Maluku Utara Zona 1 meliputi, Morotai, Halut, Halbar, Haltim dan Halteng. Sedangkan Zona 2, Ternate, Tidore, Halsel, Sula dan Taliabu.(Isr/Red)













