LENSAMALUT.CO, TERNATE — Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, diterpa krisis kepercayaan publik. Ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB-FORMMALUT) Jabodetabek M. Reza A. Syadik.
Dalam siaran persnya, Reza mengatakan, setelah diumumkan hasil seleksi Panwascam di Kabupaten Halmahera Selatan beberpa waktu lalu, kepercayaan publik terhadap Bawaslu menurun.
Tidak hanya kepercayaan publik, namun integritas tiga Komisioner Bawaslu Halmahera Selatan baik Ketua Asman Jamil maupun Anggotanya Kahar Yasim dan Rais Kahar telah diragukan. Sebab, banyak menyisahkan masalah pasca rekrutmen Panwascam.
“Banyangkan saja. Orang yang terlibat politik Praktis maupun anggota partai politik pun diloloskan Saat rekrutmen. Ini tentunya patut dipertanyakan,”Ucapnya.
Ia lantas menilai, tiga komisioner bawaslu Halsel sengaja meloloskan demi mengamankan kepentingan mereka pada pemilu 2024 nanti.
Jika demikian lanjut Reza, tentu ini sangat diayangkan. Sebab membuat citra buruk Bawaslu Secara kelembagaan.
Ia berharap, Bawaslu di Kabupaten lain tidak mengikuti sikap dan tindakan Bawalsu Halsel. Sebab ini sangat mencederai nilai-nilai Demokrasi.
“Bagi saya ini sangat mencederai nilai-nilai demokrasi. Tindakan seperti tidak bole dibiarkan,”Tegasnya.(*)













