TERNATE — Halmahera Corruption Watch (HCW) Maluku Utara meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dan mengungkap penyebabnya anggaran Bantuan korban bencana Gempa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara yang sempat mengendap di rekening pemda beberpa bulan lalu.
Direktur HCW, Rajak Idrus mengaku Bantuan korban gempa di Wilayah kabupaten Halmahera Selatan melalui APBN sebesar Rp.91,415 miliar yang bersumber dari BNPB
mengendap direkening Pemerintah daerah melalui BPBD. Padahal anggaran tersebut masuk ke rekening pemda sejak 31 desember tahun 2019 lalu.
“anggaran Bantuan untuk korban terdampak bencana alam gempa itu baru saja dilakukan direalisasi pada bulan Nopember 2020. Itu artinya dana masyarakat tersebut mengendap di rekening pemda kurang lebih 7 sampai 9 bulan lamanya,”bebernya.
Sesuai data yang dikantongi HCW lanjut Rajak, sebanyak 2.908 unit rumah yang rusak. Jumlah itu terdiri dari 1.201 unit rusak berat dengan total anggaran senilai Rp 60,05 miliar. Untuk rusak sedang sebanyak 953 unit senilai Rp23,825 miliar, sedangkan 754 unit rusak ringan senilai Rp7,54 miliar.
“Jumlah tersebut bagi HCW sangatlah fantastis. Olehnya itu, jika dibiarkan di mengendap rekening Pemda selama kurang lebih 7-9 bulan itu tentunya harus ditelusuri,”Ungkap Rajak.
Rajak juga mengemukakan, sebelum pembangunan telah terjadi kesepakatan bahwa. Pembangunan awal pemerintah akan membangunan satu rumah dan jadikan sebagai contoh dan ditunjukan pada masayarakat. Apabila disetujui oleh masyarakat baru dilanjutkan. namun kesepakatan itu tidak di tindaklanjut oleh pemeritah daerah.
“Jadi pemerintah daerah lewat BPBD memberikan masyarakat uang sebesar 2,6 juta Untuk membangun fandasi rumah. Hal ini tentunya keluar dari kesepakatan awal,”Jelas Rajak.
Untuk itu Kata Rajak atas nama lembaga HCW meminta kepada KPK segera turun dan menelusuri bantuan tersebut. Karena diduga kuat adanya praktek kejahatan jadi terjadi pada saat proses penyaluran bantuan.
“Praktek ini harus KPK yang telusuri sehingga kedepan bantuan masyarakat harus sesuai dan tepat sasaran,”Pungkasnya. (One/red)













