Pekerjaan Jalan Inpres Sayong-Kaireu oleh BPJN Malut Senilai 47 Miliar Dipastikan Tidak Tuntas Tahun Ini

Pekerjaan Jalan Inpres Sayong-Kaireu oleh BPJN Malut baru mencapai 47 Persen

HALSEL — Pembangunan Jalan Daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) di ruas Jalan Sayoang-Bori-Kaireu, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara Milik Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Malut dipastikan tidak tuntas tahun ini.

Pasalnya, pekerjaan yang mestinya tuntas 31 Desember Tahun 2023, namun hingga kini progresnya belum mencapai 50 Persen.

Dirut PT Moderen Cipta Karya Ravli Lee mengaku pekerjaan Jalan Inpres halsel ini pelaksanaanya dimulai 27 September hingga 31 Desember 2023, itu sesuai dengan kontrak pekerjaan pihaknya dengan BPJN Malut.

“Penanganan Jalannya sepanjang 9 KM terbagi dalam 2 segmen dan waktu yang diberikan ke kami 111 Hari kalender atau 16 Minggu dan pada minggu ke 9 ini progresnya sudah 47 persen,” kata Ravli minggu (12/11).

Menurutnya, penanganan jalan Inpres dikerjakan dimulai dari nol, sehingga di minggu pertama sampai dengan ke sembilan dilaksanakan pembukaan jalan dan bahu jalan, kemudian juga pekerjaan Lapisan pondasi agregat kelas A (LPA) dan Lapisan pondasi agregat kelas B (LPB).

“Di minggu ke 10 besok kita mulai pengaspalan jalan, sebelum pengaspalan kemarin kita lakukan LPA dan LPB yakni campuran agregat berbagai fraksi dan material untuk memperkuat atau mengeraskan pondasi jalan sebelum ditutup dengan aspal,”bebernya.

Kendati demikian, ia optimis pekerjaan jalan Sayoang-bori-kaireu akan tuntas atau selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Jika tidak ada hambatan seperti cuaca maupun kerusakan alat, Mudah-mudahan pekerjaan selesai tepat waktu, apalagi saat ini ada segmen yang panjang jalannya 2 Kilo lebih akan mulai kita aspal,”ucapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada warga masyarakat halsel, khususnya kepada warga yang lahannya dilewati pekerjaan Jalan Inpres.

“Kami ingin ucapkan Terima kasih kepada warga yang telah membantu dan mensupport pekerjaan ini, baik itu lahan dan tanamannya saat dilakukannya pekerjaan pelebaran Jalan, baik itu badan Jalan maupun bahu jalan dan juga kepada pihak BPJN yang selalu memonitoring pekerjaan ini,”Tandasnya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Sayoang-Bori-Kaireu M. Ali Avanti melalui Kordinator Lapangan (Korlap) Nanti H. Lumbantobing mengatakan, pihaknya selalu monitoring pekerjaan Jalan Inpres Sayoang-Bori-Kaireu.

“Hampir setiap hari pekerjaan Jalan Inpres ini selalu kami pantau dilapangan, ini kami lakukan agar pihak pelaksana pekerjaan atau kontraktor mengerjakan pekerjaan ini sesuai spesifikasi, kualitas dan mutu Jalan” Kata Nanti Lumbantobing.

Menurutnya, pada pekerjaan jalan Inpres Sayoang-Bori-Kaireu dikerjakan PT. Moderen Cipta Karya dengan pagu Anggaran sebesar Rp 47 Miliar lebih dan terdapat beberapa aitem pekerjaan, yakni diantaranya pembangunan Jalan, pembuatan Gorong-gorong dan Saluran air.

“Pekerjaan Jalan panjangnya 9 KM dengan lebar 8 meter, kemudian Pembuatan gorong-gorong sebanyak 12 unit, dan pemasangan batu dengan Mortal (saluran air) sekitar tiga ribu meter lebih yang terbagi dalam beberapa spot,” Jelasnya

Untuk pekerjaan Jalan sendiri lanjut Nanti, terbagi dalam dua segmen, segmen satu dengan panjang 5,3 KM sedangkan segmen dua panjangnya 3,7 KM.

“di segmen dua di titik desa Nyonyifi sehari dua sudah mulai diaspal sementara segmen satu dalam pekerjaan LPA dan LPB,” Tuturnya

Ia menyatakan, progres pekerjaan secara keseluruhan, baik itu Pekerjaan jalan, pembuatan gorong-gorong maupun pemasangan Baru dengan mortel, progressnya sudah mencapai 55 persen, sehingga dengan capaian tersebut pihaknya optimis pekerjaan Jalan Sayoang-Bori-Kaireu bisa selesai tahun ini.

“Dilihat dari capain progres pekerjaan dan sisa waktu pekerjaan yang sempit, Kami pastikan pekerjaan akan selesai tahun ini, makanya kami bertekad terus bekerja keras agar dapat mewujudkan target PHO di akhir tahun 2023 ini,”ujarnya

Hal yang sama juga diutarakan pengawas pekerjaan Jalan Inpres Sayoang-Bori-Kaireu melalui Tim Leader Konsultan Supervisi Andi Ismad. Ia mengatakan, penanganan pekerjaan Jalan ini sudah pada tahapan pelaksanaan lapis pondasi agregat kelas A.

“Alhamdulillah pekerjaan masih terus berjalan dan pelaksanaannya juga masih sesuai spesifikasi teknis Bina Marga, dan kita akan terus kawal baik itu kualitas maupun kuantitas sehingga mencapai target,”ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini pihak pelaksana atau kontraktor sudah mulai memobilisasi Alat Gelar Aspal untuk persiapan pengaspalan Jalan.

“Dalam waktu beberapa hari kedepan ini akan dilakukan pengaspalan, tinggal menunggu mobilisasi alat gelar karena ditargetkan pada November ini segmen dua selesai dikerjakan dan di bulan Desember tinggal pengaspalan pada segmen satu,” Ujarnya

Ia menambahkan, demi kelancaran pekerjaan dan meminimalisir hambatan yang bakal terjadi, pihaknya meminta kepada pelaksana atau kontraktor agar perlu memperhatikan ketersedian armada, bahan bakar dan material pekerjaan.

“Manejemen armada perlu diperbaiki lagi, kemudian bahan bakar dan material juga perlu diperhatikan, disiapkan stoknya sampai 31 Desember jangan sampai saat dibutuhkan tidak ada,”Pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!